JAWABAN ESSAI HAL. 148 BUKU MAKROEKONOMI TEORI PENGANTAR 3
NAMA : MAYANG INDAH
NIM :
186200039
KELAS : AKUNTANSI SEMESTER III REGULER SORE
TUGAS : ESSAI HAL. 148 BUKU MAKROEKONOMI TEORI PENGANTAR 3
Bismillaahirrahmaanirrahiim
1.
a. Faktor yang
terpenting dalam penentuan konsumsi rumah tangga dalam perekonomian adalah Pendapatan Rumah Tangga. Terdapat adanya
hubungan antara konsumsi rumah tangga dan pendapatannya yang disebut daftar
(skedul) konsumsi.
Tabel Pendapatan Disposible, Konsumsi, dan Tabungan
(Rp)
Pendapatan
Disposible
(Yd)
|
Pengeluaran
Konsumsi
(C)
|
Tabungan
(S)
|
0
|
125
|
-125
|
100
|
200
|
-100
|
200
|
275
|
-75
|
300
|
350
|
-50
|
400
|
425
|
-25
|
500
|
500
|
0
|
600
|
575
|
25
|
700
|
650
|
50
|
800
|
725
|
75
|
900
|
800
|
100
|
1.000
|
875
|
125
|
Keterangan:
Ø Pada pendapatan yang rendah, rumah tangga mengorek
tabungan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mereka akan menggunakan harta
dan tabungan masa lalu untuk membiayai kebutuhan konsumsi. Tabungan negative
apabila pendapatan kurang.
Ø Pada kenaikan pendapatan, tingkat konsumsi pun
bertambah. Ketika pendapatan naik, maka kebutuhan konsumsi akan ikut bertambah
dan sisa pendapatannya akan ditabungkan.
Ø Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan
menabung. Karena konsumsi sudah terpenuhi, maka sisa dari kelebihan
pendapatannya akan ditabungkan.
Ini
berarti, tingkat pendapatan yang dimiliki rumah tangga akan sangat mempengaruhi
tingkat konsumsi rumah tangga tersebut.
b. Faktor yang terpenting dalam penentuan investasi
sebuah perusahaan adalah tingkat Keuntungan
yang diramalkan dan Suku Bunga. Ramalan mengenai keuntungan masa depan akan
memberikan gambaran kepada para pengusaha menegenai jenis-jenis investasi yang
memiliki prospek yang baik untuk dilaksanakan. Besaran investasi yang harus
dilakukan untuk memenuhi dan mewujudkan tambahan barang-barang modal yang
diperlukan.
Sedangkan suku bunga menentukan jenis-jenis investasi
yang akan memberikan keuntungan kepada para pengusaha yang dapat dilaksanakan.
Mereka hanya akan melaksanakan investasi apabila tingkat pengembalian modal
dari investasi tersebut yaitu persentasi keuntungan yang akan diperoleh sebelum
dikurangi bunga uang yang dibayar lebih besar dari bunga. Untuk itu, dalam
makroekonomi, analisis dalam penentuan
investasi akan lebih ditekankan pada peranan tingkat suku bunga dalam
menentukan tingkat investasi dan akibat perubahan suku bunga ke atas investasi
dan pendapatan nasional.
2.
Definisi
fungsi konsumsi rumah tangga adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat
hubungan di Antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan
pendapatan nasional(atau pendapatan disposible) perekonomian tersebut.
Ciri utama dari fungsi konsumsi adalah, setiap terjadi
pertambahan pendapatan nasional akan menambah tingkat konsumsi (MPC x
pertambahan pendapatan nasional) dan menambah pula tingkat tabungan (MPS x
pertambahan pendapatan nasional.
Hubungan Antara
fungsi konsumsi dan fungsi tabungan adalah
keduanya merupakan garis lurus dan ini disebabkan karena nilai MPC dan MPS
adalah tetap.
Contoh angka yang menunjukkan konsumsi dan tabungan pada
berbagai tingkat pendapatan nasional
Ø MPC dan kecondongan fungsi konsumsi
A.
Pada saat
pendapatan nasional Rp. 360 T dan konsumsi adalah Rp. 360 T
B.
Pada saat
pendapatan nasional Rp. 600 T dan konsumsi adalah Rp. 540 T
Maka
pergerakan dari titik A ke B menggambarkan:
i.
Pendapatan
nasional bertambah sebanyak Rp. 240 T
ii.
Konsumsi rumah
tangga bertambah sebanyak Rp. 180 T
Perubahan tsb menunjujkkan bahwa
kecondongan fungsi konsumsi adalah 180/240 = 0,75. Nilai ini sama dengan nilai
MPC yang berarti Kocondongan fungsi
konsumsi adalah sama dengan nilai MPC.
Ø MPS dan kecondongan fungsi tabungan
D.
Pada saat
pendapatan nasional Rp. 360 T dan tabungan Rp. 0
E.
Pada saat
pendapatan nasional Rp. 600 T dan tabungan Rp. 60 T
Maka pergerakan dari titik D ke E
menggambarkan:
i.
Pendapatan
nasional bertambah sebanyak Rp. 240 T
ii.
Tabungan bertambah
sebanyak Rp. 60 T.
Perubahan itu berarti kecondongan tabungan
adalah 60/240 = 0,25. Nilai ini sama dengan nilai MPS dan berarti Kecondongan fungsi tabungan adalah sama
dengan nilai MPS.
Gambar
Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

3.
a. Dalam
perekonomian 2 sektor, komponen pengeluaran atau sirkulasi aliran pendapatannya
terdiri dari :
i.
Perbelanjaan
konsumsi rumah tangga untuk membeli barang dan jasa
ii.
Perbelanjaan
perusahaan untuk membeli barang modal.
Ini berarti, pendapatan yang digunakan rumah tangga
akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu pengeluaran konsumsi ( membeli barang
dan jasa) dan ditabung (di lembaga keuangan). Tabungan ini akan dipinjamkan
kepada penanam modal atau investor (perusahaan-perusahaan) dan akan digunakan
untuk membeli barang modal seperti mesin, peralatan produksi, mendirikan
bangunan pabrik dan kantor.
b. Kecondongan
konsumsi dibagi 2; marginal dan rata-rata
i. Kecondongan konsumsi marginal (MPC) adalah
perbandingan diantara pertambahan konsumsi (ΔC ) yang dilakukan dengan
pertambahan pendapatan disposible (ΔYd ) yang diperoleh. Formula:
MPC = ΔC / ΔYd.
|
ii. Kecondongan mengkonsumsi rata-rata (APC) adalah
perbandingan diantara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposible
ketika konsumsi tersebut dilakukan (Yd). Formula:
APC = C/Yd
|
Kecondongan
menabung dibagi2; marginal dan rata-rata.
i.
Kecondongan
menabung marginal (MPS) adalah perbandingan Antara pertambahan tabungan (ΔS)
dengan perubahan pendapatan disposible (ΔYd). Formula:
MPS = ΔS/ΔYd
|
c.
Efisiensi Modal Marginal adalah
suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara tingkat pembelian modal dan
jumlah modal yang akan diinvestasikan.

Keterangan:
Sumbu tegak = tingkat pengembalian modal
Sumbu datar = jumlah investasi yang dilakukan.
Kurva ini berarti:
Titik A menggambarkan bahwa dalam perekonomian dapat
dilakukan kegiatan investasi yang akan menghasilkan tingkat pengembalian modal
sebanyak R atau lebih tinggi, dan
untuk mewujudkan investasi tersebut modal yang diperlukan adalah sebanyak I.
d. Paradoks
Berhemat adalah keadaan dimana
masyarakat kurang melakukan konsumsi. Dalam perekonomian, pengeluaran agregat
merupakan penentu utama keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam
tabungan-yang seterusnya mewujudkan pengurangan dalam konsumsi dan pengeluaran
agregat akan merendahkan tingkat pendapatan nasional yang dicapai. Yang berarti
bahwa jika masyarakat berhemat, maka pendapatan nasional akan berkurang. Dengan
kata lain, semakin berhemat masyarakat, semakin merosot kegiatan ekonomi dan
pendapatan nasional suatu Negara.
4.
a. Contoh angka dimana perekonomian dua
sector mencapai keseimbangan pendapatan nasional
adalah:

Keterangan:
Ø Kolom (1) menggambarkan berbagai tingkat pendapatan
nasional dari suatu perekonomian
Ø Kolom (2) dan (3) menggambarkan pengeluaran rumah
tangga dan tabungan
Ø Kolom (4)
menggambarkan tingkat investasi yang dilakukan oleh perusahaan
Ø Kolom (5) menggambarkan pengeluaran agregat dari
berbagai tingkat pendapatan nasional
Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai ketika
pendapatan nasional adalah Rp. 840 T dan
pengeluaran agregat sebesar Rp. 840 T. Dalam keadaan seperti ini para produsen
tidak akan terdorong untuk menambah atau mengurangi tingkat produksinya. Pada
tingkat keekimbangan ini, tingkat tabungan adalah sama dengan pengeluaran
investasi, yaitu bernilai Rp. 120 T.
Jadi kesimpulannya, perekonomian dua sector akan
mencapai tingkat keseimbangan pendapatan nasionalnya apabila:
i.
Y = C + I, yaitu
pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi. Pada kesamaan ini,
pengeluaran agregat (C+I) sama dengan penawaran agregat (Y).
ii.
I = S, yaitu
investasi sama dengan tabungan.
b. Multiplier adalah
Satu angka yang menunujukkan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek
dari perubahan dalam pengeluaran agregat. Apabila ΔAE = Rp. 1.000 dan
menyebabkan ΔY = Rp. 4.000 maka multiplier = 4. Multiplier dapat juga diartikan
sebagai rasio di Antara pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan
pengeluaran agregat.
Contoh angka dari proses Multiplier adalah sbb

Keterangan:
Dalam table diatas dapat dilihat pada awalnya para
pengusaha menambah investasi sebesar Rp. 20 T dan MPC 0,75. Tambahan ini
menaikkan pendapatan nasional dan pendapatan rumah tangga sebanyak Rp. 20 T
JUGA. Seterusnya kenaikan pendapatan rumah tangga tsb akan menaikkan konsumsi
sebesar (MPC x ΔI) = 0,75 ( Rp. 20 T) = Rp. 15 T dan tabungan sebanyak (MPS x ΔI)
= 0,25 ( Rp. 20 T) = Rp. 5 T dan seterusnya akan mengalami proses multiplier
tahap kedua, yaitu konsumsi sebanyak Rp. 15 T akan menyebabkan pertambahan
pendapatan nasional sebanyak Rp. 15 T. Selanjutnya proses kenaikan konsumsi
tahap kedua sebanyak ΔC = (MPC x ΔI) = 0,75 (Rp. 15 T) = Rp. 11,25 T dan
tabungan sebanyak ΔS = (MPS x ΔI) = 0,25 ( Rp. 15 T) = Rp. 3,75 T. Proses
pertambahan konsumsi dan tabungan ini terus berlangsung takterhingga.
5.
Analisis
keseimbangan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu dengan
table berangka, grafik, dan cara aljabar.
a.
Cara table
berangka adalah contoh angka yang menunjukkan data berikut: pendapatan
nasional, konsumsi, tabungan, investasi dan pengeluaran agregat.keseimbangan
pendapatan nasional ditentukan dengan menggunakan syarat keseimbangan dalam
perekonomian dua sector.
b.
Secara grafik,
keseimbangan dicapai pada keadaan dimana garis AE = C + I memotong garis 45
derajat dan dari perpotongan fungsi investasi (I) dan fungsi tabungan (S).
c.
Secara aljabar
keseimbangan dapat dicapai dengan menyelesaikan persamaan Y = C + I atau S = I.
Sumber: Buku
Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga
Bab 4
Alhamdulillaahirabbil’alamiin

0 comments:
Posting Komentar