Kamis, 24 Oktober 2019

JAWABAN ESSAI HAL. 148 BUKU MAKROEKONOMI TEORI PENGANTAR 3

NAMA           : MAYANG INDAH
NIM                : 186200039
KELAS          : AKUNTANSI SEMESTER III REGULER SORE
TUGAS          : ESSAI HAL. 148 BUKU MAKROEKONOMI TEORI PENGANTAR 3

Bismillaahirrahmaanirrahiim
1.      a. Faktor yang terpenting dalam penentuan konsumsi rumah tangga dalam perekonomian adalah Pendapatan Rumah Tangga. Terdapat adanya hubungan antara konsumsi rumah tangga dan pendapatannya yang disebut daftar (skedul) konsumsi.
Tabel Pendapatan Disposible, Konsumsi, dan Tabungan (Rp)
Pendapatan Disposible
(Yd)
Pengeluaran Konsumsi
(C)
Tabungan
(S)
0
125
-125
100
200
-100
200
275
-75
300
350
-50
400
425
-25
500
500
0
600
575
25
700
650
50
800
725
75
900
800
100
1.000
875
125

Keterangan:
Ø  Pada pendapatan yang rendah, rumah tangga mengorek tabungan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mereka akan menggunakan harta dan tabungan masa lalu untuk membiayai kebutuhan konsumsi. Tabungan negative apabila pendapatan kurang.
Ø  Pada kenaikan pendapatan, tingkat konsumsi pun bertambah. Ketika pendapatan naik, maka kebutuhan konsumsi akan ikut bertambah dan sisa pendapatannya akan ditabungkan.
Ø  Pada pendapatan yang tinggi, rumah tangga akan menabung. Karena konsumsi sudah terpenuhi, maka sisa dari kelebihan pendapatannya akan ditabungkan.

Ini berarti, tingkat pendapatan yang dimiliki rumah tangga akan sangat mempengaruhi tingkat konsumsi rumah tangga tersebut.

b. Faktor yang terpenting dalam penentuan investasi sebuah perusahaan adalah tingkat Keuntungan yang diramalkan dan Suku Bunga. Ramalan mengenai keuntungan masa depan akan memberikan gambaran kepada para pengusaha menegenai jenis-jenis investasi yang memiliki prospek yang baik untuk dilaksanakan. Besaran investasi yang harus dilakukan untuk memenuhi dan mewujudkan tambahan barang-barang modal yang diperlukan.
Sedangkan suku bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberikan keuntungan kepada para pengusaha yang dapat dilaksanakan. Mereka hanya akan melaksanakan investasi apabila tingkat pengembalian modal dari investasi tersebut yaitu persentasi keuntungan yang akan diperoleh sebelum dikurangi bunga uang yang dibayar lebih besar dari bunga. Untuk itu, dalam makroekonomi, analisis dalam penentuan investasi akan lebih ditekankan pada peranan tingkat suku bunga dalam menentukan tingkat investasi dan akibat perubahan suku bunga ke atas investasi dan pendapatan nasional.

2.      Definisi fungsi konsumsi rumah tangga adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di Antara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional(atau pendapatan disposible) perekonomian tersebut.
Ciri utama dari fungsi konsumsi adalah, setiap terjadi pertambahan pendapatan nasional akan menambah tingkat konsumsi (MPC x pertambahan pendapatan nasional) dan menambah pula tingkat tabungan (MPS x pertambahan pendapatan nasional.
Hubungan Antara fungsi konsumsi dan fungsi tabungan adalah keduanya merupakan garis lurus dan ini disebabkan karena nilai MPC dan MPS adalah tetap.
Contoh angka yang menunjukkan konsumsi dan tabungan pada berbagai tingkat pendapatan nasional
Ø  MPC dan kecondongan fungsi konsumsi
A.    Pada saat pendapatan nasional Rp. 360 T dan konsumsi adalah Rp. 360 T
B.     Pada saat pendapatan nasional Rp. 600 T dan konsumsi adalah Rp. 540 T
Maka pergerakan dari titik A ke B menggambarkan:
i.                    Pendapatan nasional bertambah sebanyak Rp. 240 T
ii.                  Konsumsi rumah tangga bertambah sebanyak Rp. 180 T
Perubahan tsb menunjujkkan bahwa kecondongan fungsi konsumsi adalah 180/240 = 0,75. Nilai ini sama dengan nilai MPC yang berarti Kocondongan fungsi konsumsi adalah sama dengan nilai MPC.
Ø  MPS dan kecondongan fungsi tabungan
D.    Pada saat pendapatan nasional Rp. 360 T dan tabungan Rp. 0
E.     Pada saat pendapatan nasional Rp. 600 T dan tabungan Rp. 60 T
Maka pergerakan dari titik D ke E menggambarkan:
i.                    Pendapatan nasional bertambah sebanyak Rp. 240 T
ii.                  Tabungan bertambah sebanyak Rp. 60 T.
Perubahan itu berarti kecondongan tabungan adalah 60/240 = 0,25. Nilai ini sama dengan nilai MPS dan berarti Kecondongan fungsi tabungan adalah sama dengan nilai MPS.
Gambar Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan

3.      a. Dalam perekonomian 2 sektor, komponen pengeluaran atau sirkulasi aliran pendapatannya terdiri dari :
i.                    Perbelanjaan konsumsi rumah tangga untuk membeli barang dan jasa
ii.                  Perbelanjaan perusahaan untuk membeli barang modal.
Ini berarti, pendapatan yang digunakan rumah tangga akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu pengeluaran konsumsi ( membeli barang dan jasa) dan ditabung (di lembaga keuangan). Tabungan ini akan dipinjamkan kepada penanam modal atau investor (perusahaan-perusahaan) dan akan digunakan untuk membeli barang modal seperti mesin, peralatan produksi, mendirikan bangunan pabrik dan kantor.



b. Kecondongan konsumsi dibagi 2; marginal dan rata-rata
i. Kecondongan konsumsi marginal (MPC) adalah perbandingan diantara pertambahan konsumsi (ΔC ) yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposible (ΔYd ) yang diperoleh. Formula:
MPC = ΔC / ΔYd.

ii. Kecondongan mengkonsumsi rata-rata (APC) adalah perbandingan diantara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposible ketika konsumsi tersebut dilakukan (Yd). Formula:
APC  = C/Yd
            Kecondongan menabung dibagi2; marginal dan rata-rata.
i.                    Kecondongan menabung marginal (MPS) adalah perbandingan Antara pertambahan tabungan (ΔS) dengan perubahan pendapatan disposible (ΔYd). Formula:
MPS = ΔS/ΔYd

c. Efisiensi Modal Marginal adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara tingkat pembelian modal dan jumlah modal yang akan diinvestasikan.
Keterangan:
Sumbu tegak = tingkat pengembalian modal
Sumbu datar = jumlah investasi yang dilakukan.



Kurva ini berarti:
Titik A menggambarkan bahwa dalam perekonomian dapat dilakukan kegiatan investasi yang akan menghasilkan tingkat pengembalian modal sebanyak R atau lebih tinggi, dan untuk mewujudkan investasi tersebut modal yang diperlukan adalah sebanyak I.

d. Paradoks Berhemat  adalah keadaan dimana masyarakat kurang melakukan konsumsi. Dalam perekonomian, pengeluaran agregat merupakan penentu utama keseimbangan pendapatan nasional. Kenaikan dalam tabungan-yang seterusnya mewujudkan pengurangan dalam konsumsi dan pengeluaran agregat akan merendahkan tingkat pendapatan nasional yang dicapai. Yang berarti bahwa jika masyarakat berhemat, maka pendapatan nasional akan berkurang. Dengan kata lain, semakin berhemat masyarakat, semakin merosot kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional suatu Negara.

4.      a. Contoh angka dimana perekonomian dua sector mencapai keseimbangan pendapatan nasional
adalah:

Keterangan:
Ø  Kolom (1) menggambarkan berbagai tingkat pendapatan nasional dari suatu perekonomian
Ø  Kolom (2) dan (3) menggambarkan pengeluaran rumah tangga dan tabungan
Ø  Kolom (4)  menggambarkan tingkat investasi yang dilakukan oleh perusahaan
Ø  Kolom (5) menggambarkan pengeluaran agregat dari berbagai tingkat pendapatan nasional
Keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai ketika pendapatan nasional adalah Rp. 840 T  dan pengeluaran agregat sebesar Rp. 840 T. Dalam keadaan seperti ini para produsen tidak akan terdorong untuk menambah atau mengurangi tingkat produksinya. Pada tingkat keekimbangan ini, tingkat tabungan adalah sama dengan pengeluaran investasi, yaitu bernilai Rp. 120 T.
Jadi kesimpulannya, perekonomian dua sector akan mencapai tingkat keseimbangan pendapatan nasionalnya apabila:
i.                    Y = C + I, yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi. Pada kesamaan ini, pengeluaran agregat (C+I) sama dengan penawaran agregat (Y).
ii.                  I = S, yaitu investasi sama dengan tabungan.

b. Multiplier adalah Satu angka yang menunujukkan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek dari perubahan dalam pengeluaran agregat. Apabila ΔAE = Rp. 1.000 dan menyebabkan ΔY = Rp. 4.000 maka multiplier = 4. Multiplier dapat juga diartikan sebagai rasio di Antara pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran agregat.
Contoh angka dari proses Multiplier adalah sbb

Keterangan:
Dalam table diatas dapat dilihat pada awalnya para pengusaha menambah investasi sebesar Rp. 20 T dan MPC 0,75. Tambahan ini menaikkan pendapatan nasional dan pendapatan rumah tangga sebanyak Rp. 20 T JUGA. Seterusnya kenaikan pendapatan rumah tangga tsb akan menaikkan konsumsi sebesar (MPC x ΔI) = 0,75 ( Rp. 20 T) = Rp. 15 T dan tabungan sebanyak (MPS x ΔI) = 0,25 ( Rp. 20 T) = Rp. 5 T dan seterusnya akan mengalami proses multiplier tahap kedua, yaitu konsumsi sebanyak Rp. 15 T akan menyebabkan pertambahan pendapatan nasional sebanyak Rp. 15 T. Selanjutnya proses kenaikan konsumsi tahap kedua sebanyak ΔC = (MPC x ΔI) = 0,75 (Rp. 15 T) = Rp. 11,25 T dan tabungan sebanyak ΔS = (MPS x ΔI) = 0,25 ( Rp. 15 T) = Rp. 3,75 T. Proses pertambahan konsumsi dan tabungan ini terus berlangsung takterhingga.

5.      Analisis keseimbangan pendapatan nasional dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu dengan table berangka, grafik, dan cara aljabar.
a.       Cara table berangka adalah contoh angka yang menunjukkan data berikut: pendapatan nasional, konsumsi, tabungan, investasi dan pengeluaran agregat.keseimbangan pendapatan nasional ditentukan dengan menggunakan syarat keseimbangan dalam perekonomian dua sector.
b.      Secara grafik, keseimbangan dicapai pada keadaan dimana garis AE = C + I memotong garis 45 derajat dan dari perpotongan fungsi investasi (I) dan fungsi tabungan (S).
c.       Secara aljabar keseimbangan dapat dicapai dengan menyelesaikan persamaan Y = C + I atau S = I.


Sumber: Buku Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga Bab 4

























Alhamdulillaahirabbil’alamiin

Hii its me Mayang Indah, thank you so much for visiting my blog, hopefully can help you to get the new thing and enjoy it. Cheers;)

0 comments:

Contact Me

Phone :

+62 838 1702 2690

Address :

Cianjur, West Java
Indonesia

Email :

mayangindaah@gmail.com